Monday, February 15, 2016

Day 1 #30DWC

Alhamdulillah....
Akhirnya setelah beberapa tahun belajar tentang kepenulisan. Berawal dari bengong liat temen yang udah bikin buku sendiri. Takjub liat puisi temen yang nempel di koran-koran. Apalagi kerasa banget pas jadi mahaiswa kemarin. Beh.... kaya' yang g bisa lulus aja, gimana enggak coba. Dari bikin makalah sampai bikin skripsi, semua harus tulisan dari buah pikiran sendiri. Nyontek langsung di buang sama dosenku. Akhirnya... mau g mau aku rajin ke perpus, ke toko buku, blogwalking, sampe ikut komunitas seniman dan budayawan yang pola pikir orang-orangnya buat ku jadi gila. (senyum-senyum & ketawa-ketawa sendiri kalo mikirin sesuatu)

Eh... ketemu juga sama bang rezky, yang mau memfasilitasi secara gratis selama 30 hari berturut-turut lagi. padahal.... dulu pas pengen belajar kepenulisan, sampai di belan-belani ikut seminar, kursus online (tapi g jadi karena kemahalan hehehe) ujung-ujungnya kurang greget juga tulisanku.

Aku sih berharap dengan adanya 30 Days Writing Challenge ini, bisa membuat aku dan semua personil grup #30DWC semakin produktif dalam menghasilkan karya. Apalagi koleksi buku dan e-book ku udah lama tak kusentuh (sampai banyak laba-labanya hehe). Aku juga senang akhirnya bisa blogwalking, cari inspirasi temen-temen satu grup. syukur-syukur ada yang mau ngasih saran, ide, tema, atau sekedar motivasi.

Bismillah ini adalah awal dari segalanya.
Awal untuk menjadi seorang penulis.
awal untuk menjadi seorang yang produktif
Awal menjadi seorang yang inspiratif.

Amin....

#30Dwc

Sunday, February 14, 2016

Bismillah,Yes I'am ready for 30 Day writing challenge


Bismilah.... dengan tekad bulat dan semangat menggebu-gebu. Setelah sekian lama mencari komunitas online kepenulisan pemula. Akhirnya kutemukan #30DWC. Harapanku dalam mengikuti 30DWC ini adalah agar tingkat produktivitas ku dalam membaca buku, artikel, maupun koran semakin baik. selain itu aku juga berharap tingkat kepekaanku terhadap isu-isu yang sedang hangat semakin terasah. karena selama ini aku merasa terlalu kaku dan lugu dalam menjalani hidup.


So, dengan adanya coach Rezky sebagai mentorku. ditambah lagi teman-teman penulis yang siap memberi saran maupun kritik, aku yakin, suatu saat nanti cita-citaku dalam menerbitkan sebuah buku, entah itu berupa novel, kumpulan puisi, atau sekedar coretan iseng semata akan tercapai. AMIN

#30DWC

Sunday, January 24, 2016

Lelah

entah harus bagaiaman lagi, aku merasa sudah berada di jalur yang tepat. namun, tak kusangka berat nian jalan ini. aku g sampai membayangkan akan separah ini. entah teori mana lagi yang harus aku baca. referensi mana lagi yang harus aku pahami. Berkeluarga tidak semudah yang kubayangkan, tidak segampang cerpen dan yang pernah kubaca. Ini jauh lebuh berat dari itu semua.

Aku tau, aku harus tetap fokus dalam beribadah dan tidak boleh terpengaruh oleh apapun jua. namun, aku masih bellum bisa memposisikan diriku seperti itu. setiap hari bukannya dukungan yang memang kudambakan selama ini, malah yang ada adalah beban emosi, fikiran dan mental. Uang bukan yang utama dalam hal ini.

Entah... mungkin ini yang disebut dengan sabar. Mungkin ini yang disebut dengan qona'ah.

Bondowoso, 25 Januari 2016

Friday, January 8, 2016

Dewasa

otak lusuh
hati gelisah
mata terkatung

dewasa katanya
apakah harus dengan cara ini?
apakah harus berlari dengan luka dalam

sedangkan burung diatas pohon tetap bernyanyi
matahari pun tersenyum
bahkan bulan purnama tertawa manja

mungkin aku terlalu bodoh
perutku penuh dengan makanan, tapi aku kelaparan
otakku sesak dengan seabrek teori, tapi aku begok
bidadari setiap hari menemaniku, tapi aku kesepian

duhai matahari yang sinarnya menghangatkan hati
duhai air yang dinginnya membuat kesejukan
duhai tanah yang sabar

ajarkan seonggok mahluk ini arti dewasa

Wednesday, March 6, 2013

Semester 8

Langkah perubahan...,
setelah 7 semester terkatung katung dalam mencari kepercayaan diri,tujuan hidup dan soul. akhirnya semester ini, kuberanikan diri untuk mengambil beban yang lebih berat(24 sks) dengan amanah yang tetap(ngajar). fikiranku mengakatakan bahwa ini akan terasa sangat berat bahkan tidak mungkin,namun ku yakin bahwa hanya dengan ini aku bisa semakin giat, tekun, dan kreatif dalam meyelesaikan berbagai macam masalah yang datang.

Thursday, October 11, 2012

Sampai Dimana?

Mmm...
Sampai dimana y..
ketika diri ini melangkah tertatih
masih penuh luka lalai dan keraguan

Namun,
dunia berkata beda
dunia menuntut lebih dari apa yang kulakukan
aku dipaksa untuk tidak cuman paham
tapi memahamkan
aku dituntut tidak hanya baik
tapi membaikkan
tidak hanya dewasa, tapi mendewasakan

Sampai dimana perjalananku saat ini?
Apakah aku sudah mengenal diriku?
Apakah aku mengenal Tuhanku?
Apakah aku sudah meresapi setiap tindakanku?

Apapun yang terjadi,
Aku tak akan pernah berhenti
karena perjalananku masih panjang

Jbr,12/10/12

Sunday, September 9, 2012

Menulis Esai: Dasar
Menulis sebuah esai atau makalah, tanpa mempedulikan topiknya, adalah sebuah proses:
• Bangun dan definisikan topikmu
Tuliskan tema atau topik utama esaimu dalam satu atau dua kalimat paling banyak.
• Tentukan pembaca esaimu
Apakah yang membaca esaimu adalah dosen yang memberi nilai atau asisten dosen?
Teman sekelasmu yang akan memberikan kritikan? Sekelompok profesional untuk review?
Sekelompok profesional untuk review?
Ingatlah akan pembaca ini selama kamu menulis esai
• Rencanakan kurun waktu
Buat suatu kurun waktu penulisan esai, dan antisipasi adanya perkembangan topik esaimu dan revisi. Seringkali suatu esai yang sempurna adalah esai yang direvisi setelah selesai dibuat.
• Kumpulkan bahan-bahan
Orang: dosen, asisten dosen, pustakawan, ahli dalam bidang, profesional
Referensi: buku teks, rekomendasi kerja, web site, majalah, buku harian, laporan profesional
• Riset: baca, wanwancara, eksperimen, kumpul data-data, dll. dan catat selengkap mungkin. Gunakan kartu indek atau word processing.
• Organisasi catatanmu dengan menulis dahulu di kertas lain:
fokus pada bebas menulis, petaan, and/atau garis besarnya.
• Buatlah esai pertamamu (rough draft)
Tentukan bagaimana kamu mengembangkan argumentasi: Gunakan logika yang baik dalam argumentasi untuk membantu mengembangkan tema dan/atau mendukung tema. Apakah kamu akan membuat perbandingan atau definisi? Apakah kamu akan mengfritik atau menjelaskan? Lihat definisi istilah-istilah esai di situs Pedoman Belajar.
Paragraf pertama
• Kenalkan topikmu!
• Beritahukan pandanganmu kepada pembaca!
• Rangsang pembaca menyelesaikan membaca esaimu!
• Fokuskan pada tiga poin untuk kemudian
Paragraf pertama biasanya paling sulit dikerjakan. Bila kamu menemui masalah, biarkanlah dan usahakan untuk menulisnya ulang nanti, bahkan setelah kamu selesai mengerjakan paragraf terakhir. Akan tetapi perlu diingat bahwa paragraf pertamalah yang menarik perhatian pembaca ke topik dan pendapatmu, serta penting untuk membuat mereka membaca esaimu sampai selesai.he first paragraph is often the most difficult to write.
Isi Esai
• Bangunlah alur isi esai dari satu paragraf ke paragraf yang lainnya
o Kalimat transisi, klausa, atau kata-kata pada awal paragraf menghubungkan ide pikiran ke ide lainnya.
(Lihatlah kata & frasa transisi)
o Kalimat-kalimat pokok, juga terdapat pada awal setiap paragraf, menjelaskan ide yang termuat di dalamnya sesuai dengan konteks esai keseluruhan.
o Hindari satu atau dua paragraf yang mungkin menunjukkan kurang dikembangkannya poinmu.
• Tulis dengan kalimat-kalimat aktif
o "Panitia Akademis memutuskan ..." bukan "Telah diputuskan oleh ..."
o Hindari pemakaian kata kerja "menjadi" untuk presentasi yang jelas, dinamis dan efektif.
(Hindari pemakaian kata kerja "menjadi" dan presentasimu efektif, jelas dan dinamis.)
o Menghindari "menjadi" berarti penggunaan kalimat pasif akan berkurang.
• Gunakan kutipan untuk mendukung pandanganmu
o Kutiplah dan jelaskan secara tepat setiap ungkapan yang dipakai.
o Gunakan kutipan dengan gaya blok atau indented secara terpisah karena mereka dapat merusak alur isi esaimu.
• Buktikan setiap poin pendapatmu secara berkesinambungan dari awal sampai akhir esai
o Jangan meninggalkan fokus utama esaimu.
o Jangan langsung meringkas pada isi esaimu. Tunggu sampai pada paragraf kesimpulan.
Kesimpulan
• Baca paragraf pertama dan isi esaimu dulu
• Ringkas, kemudian simpulkan argumentasimu
• Tinjau kembali (sekali lagi) pada paragraf pertama sekaligus isi esai. Apakah paragraf terakhir:
o menyatakan ulang tema utama secara singkat?
o merefleksikan keberhasilan dan pentingnya argumentasi yang ada pada isi esai?
o menyimpulkan isi esai secara logika?
• Edit/tulis ulang paragraf pertama
Hal ini dapat membuat isi dan kesimpulan esaimu lebih baik.
Ambil satu atau dua hari libur!
Baca kembali esaimu dengan pikiran yang segar dan pensil yang runcing
Edit, koreksi dan tulis ulang bila diperlukan
Kumpulkan esaimu
Rayakan pekerjaan yang telah kamu selesaikan dengan baik
(kamu harus percaya ini!).
Kalimat terakhir di atas ini sangat penting.