siapa yang mengetuk pintu ketika jendela terbuka
duga prasangka jadikannya kelebat ketakutan dan terburu
menafsir menakar bahasa angin yang menari di pucuk rindu
datang tak di undang pulang tak di antar
begitulah gelap bisikkan cumbuan di telinga
segala bayang mewujud dalam bentuk paling misteri
sunyi yang sendiri
mati semakin sepi
ah, cecak lantas hunjamkan kengerian
pada denyut tegang kekagetan
di manakah Tuhan?
#30DWC
Monday, February 29, 2016
KAMU
adalah jalanan yang harubirukan kenangan. serupa ular yang nyelusup di bawah dedaunan. mendekam dengan sabar. diam yang menjalar
lantas lampu lampu seign kerjabkan harapan. tentang kehilangan yang tak selalu diritualkan dengan air mata. kerna dukacita adalah tangga pengembara. ruksa samsara amsal segala cahaya
dan segala aksara bermuara
kebingungan paling purba
makna seluruh makna:
cinta
#30DWC
lantas lampu lampu seign kerjabkan harapan. tentang kehilangan yang tak selalu diritualkan dengan air mata. kerna dukacita adalah tangga pengembara. ruksa samsara amsal segala cahaya
dan segala aksara bermuara
kebingungan paling purba
makna seluruh makna:
cinta
#30DWC
Thursday, February 25, 2016
MAUKAH KAU
betapa inginku melangkah ikuti hendak
mendaki tangga rumahmu dengan tulus
tanpa apa-apa
tanpa doa
tanpa kata
dan dengan lirih
akan ku ucapkan sebuah bisikan:
maukah kau menemaniku
dalam perjalanan sisa usiaku
engkau dengarkah
#R.E.H
#30DWC
mendaki tangga rumahmu dengan tulus
tanpa apa-apa
tanpa doa
tanpa kata
dan dengan lirih
akan ku ucapkan sebuah bisikan:
maukah kau menemaniku
dalam perjalanan sisa usiaku
engkau dengarkah
#R.E.H
#30DWC
PENANTIAN
Ku selalu bercengkrama
Sayup senja di tiap sore
Bayang indah mata indah itu
Datang dan pergi waktu senja mulai menepi
Tak banyak yang ku perbuat
Tak banyak yang ku sesali
Jenuh kadang menghampiri
Namun lenyap seketika
Kalah dengan manisnya lekukan bibir itu
Senja ini mungkin tersenyum
Gemuruh tarian daun itu mungkin mulai membara
Melirik insan yang masih kaku
Mimpi tak kunjung usai
Ingin dan ingin
Kian menjamur dalam kalbu
Ingin mengetuk hatimu, adinda!
#r.e.h
#30DWC
Sayup senja di tiap sore
Bayang indah mata indah itu
Datang dan pergi waktu senja mulai menepi
Tak banyak yang ku perbuat
Tak banyak yang ku sesali
Jenuh kadang menghampiri
Namun lenyap seketika
Kalah dengan manisnya lekukan bibir itu
Senja ini mungkin tersenyum
Gemuruh tarian daun itu mungkin mulai membara
Melirik insan yang masih kaku
Mimpi tak kunjung usai
Ingin dan ingin
Kian menjamur dalam kalbu
Ingin mengetuk hatimu, adinda!
#r.e.h
#30DWC
GELASKU
meretas malam
purnama
lingkaran itu menggodaku
sodorkan lembar menu
pengab diatas seporsi pilu
rengsa dalam dada
dengan sedikit terselak kunikmati juga
suapan-suapan senyap
yang titipkan lembaran-lembaran air mata
muhasabah serangga
dan aku lunglai
gelasku telah penuh coretan
hijaiyah yang mana
yang bisa kupahamkan sari madunya?
lalu dengan tanpa duga
Subuh antarkan hidangan pembuka
Hidup baru dimulai ...
Selamat pagi
#r.e.h
#30DWC
purnama
lingkaran itu menggodaku
sodorkan lembar menu
pengab diatas seporsi pilu
rengsa dalam dada
dengan sedikit terselak kunikmati juga
suapan-suapan senyap
yang titipkan lembaran-lembaran air mata
muhasabah serangga
dan aku lunglai
gelasku telah penuh coretan
hijaiyah yang mana
yang bisa kupahamkan sari madunya?
lalu dengan tanpa duga
Subuh antarkan hidangan pembuka
Hidup baru dimulai ...
Selamat pagi
#r.e.h
#30DWC
Monday, February 22, 2016
DAN SECANGKIR TEH
dan secangkir teh masih setia di depanku
temani sampai ampas terakhirnya
tersenyum ketika kutulis sajak
dia malu-malu bertanya:
"kenapa tak kau tulis cerita bunga-bunga
kenapa kau mengais belatung di comberan
dan mencermati bisik cecak pada semut itu?"
aku terdiam
entah berkhayal atau sedang kerasukan ide
mengacak-acak pemahaman diri
benarkah hari ini aku telah hidup
ataukah berpura-pura saja
atau sekedar kamuflase
dalam bingkai rutinitas
yang dengan gagahnya disebut
ibadah
tahukah engkau
#A day with Rahman El Hakim
#30 DWC- Day 8
temani sampai ampas terakhirnya
tersenyum ketika kutulis sajak
dia malu-malu bertanya:
"kenapa tak kau tulis cerita bunga-bunga
kenapa kau mengais belatung di comberan
dan mencermati bisik cecak pada semut itu?"
aku terdiam
entah berkhayal atau sedang kerasukan ide
mengacak-acak pemahaman diri
benarkah hari ini aku telah hidup
ataukah berpura-pura saja
atau sekedar kamuflase
dalam bingkai rutinitas
yang dengan gagahnya disebut
ibadah
tahukah engkau
#A day with Rahman El Hakim
#30 DWC- Day 8
Sunday, February 21, 2016
Katak dan Sang Putri
Dahulu kala,seorang penyihir jahat mengutuk seorang pangeran tampan menjadi katak buruk rupa. Kutukan tadi hanya dapt dipatahkan apabila ada putri yang mencium katak tersebut. Sesuatu yang menurut keyakinan penyihir jahat tadi tidak mungkin terjadi.
Pada saat yang sama, ada seorang putri cantik yang ingin sekali menikah dengan pangeran berwajah tampan. Tapi sayang sekali, pangeran itu tidak kunjung muncul dalam kehidupannya. Suatu hari ketika sedang berjalan-jalan seorang diri di tengah hutan tidak jauh dari sebuah danau kecil. Dia melihat seekor katak buruk rupa yang tinggal disana. Waktu sang putri sedang duduk dengan tenang di tepi danau, merenungkan nasibnya dan merindukan kehadiran pangeran idaman, katak itu melompat kepangkuannya lalu berbicara.
Dia mengatakan pada sang putri bahwa sesungguhnya dirinya adalah seorang pangeran tampan, dan seandainya sang putri menciumnya. Dia akan kembali menjadi pangeran dan akan menikahi sert mencintai putri itu selama-lamanya.
Ide itu terasa menggelikan. Dengan keengganan yang besar, sang putri pun mengumpulkan keberanian dan semangatnya lalu mencium bibir katak tersebut.
Sebagaimana yang dijanjikan, si katak langsung berubah wujud menjadi seorang pangeran tampan. Dia memenuhi janjinya dan menikahi sang putri. Mereka pun hidup bahagia selamanya.
Pesan moral :
Rasa-rasanya hampir setiap orang mempunyai satu atau lebih dari satu, hambatan yang membuat dia tidak dapat sepenuhnya berkembang menjadi manusia yang sungguh-sungguh bahagia, sehat, serta gembira. Manusia yang menantikan datangnyta hari baru dengan penuh semangat.
"Katak" apakah di dalam kehidupan mu yang perlu di "cium" sebelum kamumeraih segala sesuatu yang mampu kamu raih? apa sajakah pengalama-pengalaman negatif dalam hidup yang perlu kamu rangkul, atasi dan manfaaatkan agar dapat mengubah diri menjadi sosok yang mengagumkan?
Pada saat yang sama, ada seorang putri cantik yang ingin sekali menikah dengan pangeran berwajah tampan. Tapi sayang sekali, pangeran itu tidak kunjung muncul dalam kehidupannya. Suatu hari ketika sedang berjalan-jalan seorang diri di tengah hutan tidak jauh dari sebuah danau kecil. Dia melihat seekor katak buruk rupa yang tinggal disana. Waktu sang putri sedang duduk dengan tenang di tepi danau, merenungkan nasibnya dan merindukan kehadiran pangeran idaman, katak itu melompat kepangkuannya lalu berbicara.
Dia mengatakan pada sang putri bahwa sesungguhnya dirinya adalah seorang pangeran tampan, dan seandainya sang putri menciumnya. Dia akan kembali menjadi pangeran dan akan menikahi sert mencintai putri itu selama-lamanya.
Ide itu terasa menggelikan. Dengan keengganan yang besar, sang putri pun mengumpulkan keberanian dan semangatnya lalu mencium bibir katak tersebut.
Sebagaimana yang dijanjikan, si katak langsung berubah wujud menjadi seorang pangeran tampan. Dia memenuhi janjinya dan menikahi sang putri. Mereka pun hidup bahagia selamanya.
Pesan moral :
Rasa-rasanya hampir setiap orang mempunyai satu atau lebih dari satu, hambatan yang membuat dia tidak dapat sepenuhnya berkembang menjadi manusia yang sungguh-sungguh bahagia, sehat, serta gembira. Manusia yang menantikan datangnyta hari baru dengan penuh semangat.
"Katak" apakah di dalam kehidupan mu yang perlu di "cium" sebelum kamumeraih segala sesuatu yang mampu kamu raih? apa sajakah pengalama-pengalaman negatif dalam hidup yang perlu kamu rangkul, atasi dan manfaaatkan agar dapat mengubah diri menjadi sosok yang mengagumkan?
Subscribe to:
Posts (Atom)